Cerita Lucu biasa aja

Cerita Lucu biasa aja kali ini apdet nee sebuah Cerita Lucu moga kalian sukadechh ne dia Pada awal pembicaraan ketika seorang pria ditilang oleh pak polisi :
“Apa salah saya Pak? Saya pake helm, pake jaket, punya SIM, STNK bawa, kenapa saya di tilang ?”
Polisi menjawab dengan enteng :
“Sebel aja gw liat lo… muter2 pake jaket dan pake helm tapi nggak pake motor”

Dipublikasi di SEO | Tag | Tinggalkan komentar

Nikita Mirzani Siapa Sich Dia

Nikita Mirzani Setelah dikabarkan gagal menyatakan cinta pada Jessica Iskandar, presenter DAHSYAT, Nikita Mirzani – Olga Syahputra sepertinya berpaling ke lain hati. Benarkah ia tengah dekat Nikita Mirzani? Raffi Ahmad buka rahasia soal kabar tersebut.

Nikita Mirzani Siapa Sich Dia “Enggak lah! Sama Jessica dia mah. Dia tetap suka sama Jessica,” tegas Raffi saat dijumpai di studio RCTI, kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada hari Rabu (15/2) kemarin.

Rumor pendekatan Olga pada selebriti seksi Nikita Mirzani, sepertinya memang hanya isapan jempol belaka. Raffi menegaskan bahwa sahabat seprofesinya itu hingga kini masih menaruh harap pada Jessica Iskandar. Lantas, bagaimana hubungan Olga dengan Nikita?

“Cuma temenan,” pungkas Raffi singkat.

Beberapa waktu lalu memang sempat beredar foto Olga tengah bersama dengan Nikita Mirzani, namun Raffi dengan tegas membantah rumor tersebut dan mengatakan bahwa

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

SERIBU PERNAK PERNIK PONSEL ANDROID

Seribu Pernak Pernik Ponsel Android Luka-luka sayatan pisau bedah di dada Jay masih belum sembuh benar. Terasa sakit saat terkena air dan suhu rendah. Apalagi daerah Kartel Selatan ini memang dingin. Termasuk dataran tinggi, namun kurang subur.

SERIBU PERNAK PERNIK PONSEL ANDROID Jay masih ingat dengan mimpi buruknya saat dibedah zombie rumah sakit. Mimpinya memang sudah lewat sehari yang lalu. Tapi rasanya baru saja. Setelah menyelesaikan kasus pembunuhan aneh itu, tentu saja bersama partner-nya, Danny, mereka segera kembali ke kantor. Tidak pulang ke rumah. Sementara Danny menulis laporan, Jay terkantuk-kantuk di ruang lobi kepolisian(Jay memang hari itu sedikit sekali tidur). Saat itu Jay memang sedang sendirian. Polisi yang piket sedang minta ijin membeli hotdog untuk asupan malam.

SERIBU PERNAK PERNIK PONSEL ANDROID Hanya terlelap sekian menit dan Jay sudah diserang ratusan zombie dokter dan suster RSUD Carterry, dalam mimpi. Akibatnya Jay berteriak-teriak dalam tidurnya. Untunglah Danny segera membangunkan. Meski cuma mimpi, anehnya kejadian di mimpi terbawa, yaitu sayatan-sayatan pisau bedah ternyata menggores nyata. Sampai saat ini Jay belum tidur lagi.

Meski memang mimpi itu tidak datang saat jay terbangun, tetap saja dia masih sangat ketakutan. Selama jadi polisi, baru kali ini dia tidak bisa memahami kasus sepenuhnya yang ada.

“Sudah Jay, kau tuntut saja mereka ke pengadilan..ehehehe”, seloroh Danny.

“Hantu mana bisa dituntut Dan!!”, balas Jay sambil mengelus-elus perih dadanya.

“Kan sudah kubilang, pake nih jimat. Kayak aku. Kalau tersangkanya bukan manusia gini kan lumayan buat jaga-jaga…”, kata Danny. Serius, tapi tampang tetap lucu. Sudah semingguan ini partner terbaik Jay membujuknya memakai jimat-jimat kuno, yang dengan segera ditolak mentah-mentah.

Mendengar kalimat terakhir Danny, Jay seperti teringat sesuatu. Kemudian membuka computer, jari-jarinya dengan cepat menelusuri database-nya mencari nomor telpon seseorang. Ketemu dan segera meraih ponselnya.

“Sugeng ndalu…, eh, sugeng siang..”,(1) sapa Jay yang teringat bahwa malam di Kartel Selatan sama dengan siang di Indonesia.

“Saged kepanggih mas Ronggo?,…,Oh, dalem Jaya Suparna, rencang dek tasih alit…, oh meniko mas Ronggo piyambak..? wah, kangen aku mas, pripun kabare?..”(2), dan percakapanpun berlangsung setengah jam lebih.

*********

12 Jam kemudian, Kantor Jay

“Tersangkanya bukan manusia Mas Ronggo…”, Jay membuka pembicaraan. Dihadapannya sudah duduk manis mendengarkan cerita Jay seorang pemuda ganteng, yang baru terbang langsung dari Jawa. Oh,bukan terbang betulan, maksudnya terbang memakai maskapai elit, yang tiketnya langsung dipesan dari kantor Jay.

“Melihat luka-lukamu, memang ini masih ada jejak kutukan. Memang ringan, tapi takkan sembuh oleh medis biasa, Jaya..”, Ronggo sedikit menjelaskan.

“Ssst…, disini aku dipanggil Jay Mas,..hehe”, sahut Jay berbisik. Kemudian melanjutkan, “Itulah Mas, dulu waktu kita masih SD, saat masih ingusan, bersama main-main di rumah kosong kaulah yang selalu menyelamatkan kami dari gangguan yang halus-halus begitu. Kau ingat Alex Priambodo? Yang dulu paling kecil tapi pinter itu. Dia jadi kepala RSUD beberapa waktu lalu. Sayang sekali beberapa waktu lalu tewas. Dan kemarin karena kasus Alex ini pula aku hamper mati dalam mimpi.Kasus ini membuatku ingat Mas Ronggo…”

“Ya sudah nanti tak bantu, sekarang buka kemejamu dan berbaring, di lantai saja tidak apa-apa..”, perintah Mas Ronggo.

Jay segera mengikuti instruksi tersebut, sepertinya sudah terbiasa.

Ronggo meletakkan tangan di atas dada Jay, sedikit memejamkan mata, menahan nafas dan seperti mencabut sesuatu dari dada Jay. Bersamaan dengan itu, Jay berteriak kesakitan tapi diikuti rasa lega dari jantungnya. Nyeri dalam dan sesak dada hilang. Hanya tertinggal perih di permukaan saja.

“Jejak dan kutukan sudah hilang Jay, sekarang kau boleh istirahat sebentar tanpa mimpi zombie, nanti kalau sudah siap, bawa aku ke tempat asal muasal ini semua serta jelaskan padaku cerita detailnya.”

*****

“Danny, ini daftar-daftar yang diminta temanku itu, tolong perintahkan anakbuahmu menyiapkan ubo rampe ini..”

“Siapa sih temenmu itu Jay, berwibawa, cool, keren…”

“Dia temen mainku waktu aku masih kecil, di Indonesia dulu. Jawa. Kemampuan di bidang gaib begini aku lebih percaya dia daripada sama detektif gendeng kayak kamu…hehehe..”

“Lho, gini-gini aku selamat dari serangan mimpi lho Jay! Kau bercerminlah, lihat mata kamu, sudah seperti tidak tidur setahun. Tapi memang beda dengan tadi sih.sekarang lebih segar.”

“Itulah, begitu mas Ronggo datang, dia langsung beraksi menghilangkan pengaruh kutukan. Katanya dari pisau bedah kuno yang aku pegang di Rumah Sakit itu Dan…!”

Danny mengangguk kagum. Kemudian bertanya lagi, “Itu di dalam mas Ronggo baru apa?”

“Dia baru sholat, sembahyang..”

“Lha kenapa kau tidak ikut..?”

“Heh, seperti ribuan orang pembaca cerita horror-detektif ini, aku punya berjuta alasan yang bisa kubuat-buat untuk belum menjalankannya. Masih muda-lah, sibuk-lah, ini-lah, itu-lah..”

“Pantesan kau gampang sekali kena kutukan itu, Jay…hehehehe”

“Dasar detektif gendut, sudah-sudah, belanja sana..!”

Kemudian Danny mempelajari daftar belanjaan yang dipesan mas Ronggo kepada Jay. Terkejut,..

“Busyet, barang apa aja ini Jay. –Kemenyan, bisa diganti dupa. Kertas kalkir, tanah makam, ayam hitam, …”

“Kalau ada yang tidak kau mengerti, gugling saja. Kamu kan ahli mencari informasi. Kalau masih bingung, kau belanja aja di toko ASIA di Pecinan. Mereka sudah biasa menerima resep-resep begituan”

“Huft, Oke deh.., delapan enam komandan, Siap .“

“Begitu dong, KERJAKAN….”

******

Setelah dihilangkan aroma kutukan di tubuh Jay, keceriaan dan kelincahannya sudah kembali. Otaknya sudah segar untuk kembali berfikir. Bersama mas Ronggo, dia menyusun rencana dan mengurus prosedur penyelidikan kasus. Kunjungan ke RSUD Carterry adalah prioritas utama, sebab disitulah sumber semua masalah ini.

Sementara Danny belanja, Jay mengunjungi beberapa departemen dan langsung menuju bagian arsip lama. Dengan kewenangannya dia diperbolehkan memasuki arsip khusus berumur ratusan tahun. Risetnya menyeluruh dan jauh lebih komplit dari penyelidikan Danny. Kali ini terasa betul bahwa kepala detektif itu mempergunakan seluruh daya pikir dan kemampuan otaknya.

******

“Gedung RSUD tersebut sebelumnya adalah kantor departemen pertahanan atau semacam itulah. Namun dari berbagai catatan tidak dijelaskan mengapa dirubah menjadi rumah sakit. Tidak tercatat pula apa fungsi utama gedung ini saat jadi dephan”, Jay menjelaskan sedikit hasil risetnya di depan Rakor TIM.

Sedari tadi mas Ronggo memandangi Danny, tiba-tiba berkata,”Detektif, boleh saya lihat kalung Anda?”

Danny memegang kalungnya, maksudnya kalung-kalungnya (maklum, dia memakai tujuh kalung) dan memandang Jay dan Ronggo berganti-ganti dengan tatapan yang mengatakan:”yang mana?”

“Kalung dengan cross, salib terbalik”, jawab mas Ronggo seolah-olah bisa membaca pikiran Danny.

Danny mencopot kalung tersebut dan menyerahkannya kepada mas Ronggo.

“Itu kalung peninggalan kakek buyutku. Oh, ya ampun…..aku baru saja ingat sesuatu Jay. Kakek buyutku itu salah satu petinggi Dephan. Apa ada hubungannya?”

Mas Ronggo menjawab, “Bisa jadi. Sebaiknya ini aku bawa, Jaya…emm,maksudku Jay, tolong persiapkan anak buahmu yang benar-benar siap mental. Jangan banyak-banyak, tiga sampai empat orang saja. Kita segera berangkat malam ini juga..”

Jay dan Danny saling berpandangan memelas seolah berkata, “Huft, kenapa harus malam?”

****

RSUD Carterry 20.00

Meski tanpa panduan Jay, ternyata langkah mas Ronggo langsung mengarah kantor Dirut. Lantai dua. Police line masih terpasang dipintu masuk, dan pandangan mas Ronggo langsung terpaku ke Box Pisau Bedah kuno.

Bulu kuduk Jay sudah berdiri sejak memasuki areal RSUD tersebut. Apalagi memasuki lorong bangsal yang sama persis dengan mimpinya. Luka didadanya seolah menjadi terbuka kembali. Sesak napas Jay datang lagi dan tiba-tiba dia sendiri di lorong tersebut. Persis seperti mimpinya. Hanya saja kali ini nyata. Kemana perginya mas Ronggo dan anggota tim tadi? Jay menoleh kiri kanan dan tidak ada siapa-siapa. Di ujung koridor berkerumun dokter dan suster berjalan terhuyung kea rah Jay. Demikian pula di arah sebaliknya. Meski terlihat lambat, ternyata mereka cepat.

Dalam beberapa saat mereka tinggal beberapa sentimeter dari Jay yang tidak mampu bergerak. Pisau-pisau mereka sungguh berkilat tajam, dan muka-muka zombie itu sudah tidak beraturan sama sekali. Dengan sesak nafasnya Jay kemudian mencoba berteriak…

Tiba-tiba lengan tangan kanan dicengkeram kuat sekali dan semua zombie itu lenyap. Ternyata yang mencengkeram lengannya adalah mas Ronggo. Di sekelilingnya kembali tinggal mas Ronggo dan timnya.

“Jay, tetap konsentrasi dan focus. Kamu bisa mati sewaktu-waktu jika pikiranmu gampang dimasuki. Meski hanya ada di pikiranmu, saat mereka menyiksa dan membunuhmu, dalam dunia nyata kau juga mati!!”, mas Ronggo menjelaskan dengan tegas.

“Iya mas, pangapunten..(3)”, sahut Jay gemetar. Sama seperti waktu kecil dulu diselamatkan mas Ronggo di area rumah kosong di Jawa.

Anggota tim tidak ada yang tertawa, semuanya waspada. Mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi dengan Jay, tapi hanya bisa menduga bahwa sesuatu yang serius baru saja terjadi.

Di depan box, mas Ronggo mengamati sudut-sudut penyimpan pisau bedah itu, kemudian memejamkan mata. Satu tangan terlambai ke depan. Seperti terkejut mas Ronggo menarik tangannya.

“Ada apa mas..?”, Tanya Jay.

“Box ini ternyata di segel dengan kutukan kuat. Gabungan beberapa rune Asia dan Vodoo. Ini tidak main-main Jay, bukan fenomena alam biasa, tapi suatu kesengajaan. Dibuat secara khusus dan kuat sekali” , jawab mas Ronggo. Keningnya berkerut, kemudian berkata,”Sepertinya ini akan menghabiskan energiku. Detektif Danny, tolong semua barang pesanan saya diletakkan disini, di tempat saya berdiri ini”

Tempat berdiri mas Ronggo kira-kira empat langkah orang dewasa dari box. Danny dibantu anakbuahnya menyiapkan barang-barang belanjaan mas Ronggo. Setelah semua peralatan siap, mas Ronggo menyalakan dupa. Sambil mengerjakan, dia sesekali menjelaskan kegunaannya. Misalnya, dupa adalah untuk memfokuskan kinerjanya, serta menetralisir semua efek negative yang sudah pasti menghalangi. Kemudian dia berdoa dan dibantu Danny menyembelih ayam, dengan darah ditampung di tempat khusus. Dibeberkannya kertas kalkir lebar-lebar, kemudian ditulisnya sesuatu di atas kertas tersebut menggunakan darah tersebut. Tak lupa taburan tanah makam khusus yang mas Ronggo sendiri yang memilihnya.

Selesai menulis kemudian kedua telapak tangannya menempel ke tulisan. Menghirup udara dalam-dalam, kemudian mengangkat tangan, ditangkupkan kedua tangan menjadi satu, sedikit gerakan formasi jari, kemudian dihadapkannya ke box pisau bedah.

Kembali menarik udara ke dalam paru-parunya, tangannya menggenggam dan seolah menarik sesuatu keluar dari box itu. Awalnya terlihat kesulitan, namun beberapa detik kemudian mas Ronggo seperti berhasil menarik entah apapun itu.

DUARRRRRRRR!!!!!

Box pisau bedah hancur seperti gedung yang tiang-tiang penyangganya meledak. Sedangkan pisau-pisau bedahnya berserakan kemana-mana.

Mas Ronggo berulangkali menghembuskan dan menarik nafas dalam-dalam.

“Aku haqulyakin Jay, pembuat segel ini pernah ke jawa, rajah yang dipasang adalah cirikhas kutukan penghilang rasa kemanusiaan. Sedangkan mantra voodoo-nya mengutuk siapapun yang menyentuh pisau-pisau didalamnya untuk segera mendapat nasib buruk menuju kematian. Dengan kata lain, orang yang terkena kutukan akan mudah membunuh orang tapi juga tidak akan hidup lama”, jelas mas Ronggo dengan nafas yang masih terengah-engah. Jay bergidik ngeri.

Danny menghampiri mas Ronggo, “Itu sekarang sudah save mas?”

“InsyaaLLoh, sudah, kenapa?”

“Lihat, dinding di balik box yang hancur itu ternyata sebuah pintu baja”

Mas Ronggo kemudian mendekat ke pintu tersebut. Benar apa kata Danny, sebuah pintu baja yang kuat. Terlihat oleh mas Ronggo lubangkunci yang cukup kecil, seperti reflek mengambil kalung Danny berupa salib terbalik kemudian memasukkannya ke lubang kunci dan ternyata tepat, itu adalah kunci pintu wasiat kakek buyut Danny.

Pintu baja bergeser berat membuka ke dalam.

Beberapa anggota TIM melongok ke dalam dengan senjata siaga, meski mereka sendiri tidak yakin untuk apa mereka mensiagakan senjata itu. Juga tidak yakin apa senjata itu akan berguna. Terlihat lampu dalam ruangan berpintu baja itu otomatis menyala satu persatu. Dan kemudian apa yang terlihat dalam ruangan rahasia itu sungguh membuat mimpi kalian dihantui sepanjang masa…

(……)

Dipublikasi di SEO | Tag | Tinggalkan komentar

Harga Ban GT Radial Ban Terbaik Di Indonesia

Harga Ban GT Radial Ban Terbaik Di Indonesia udah ada yang tau belom harga ban GT radial, kali ini dikasi tau dech Harga Ban GT Radial Ban Terbaik Di Indonesia ini biasanya digunakan pada mobil yang berkualitas pula, mengapa demikian..??karena BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SEO | Tag | Tinggalkan komentar